Total Tayangan Halaman

Jumat, 03 Mei 2013

Bab 3. Perkembangan Strategi dan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia


Perkembangan Strategi dan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia

A. MACAM–MACAM STRATEGI PEMBANGUNAN INDONESIA
Salah satu konsep penting yang perlu diperhatikan dalam mempelajari perekonomian suatu negara adalah mengetahui tentang strategi pembangunan ekonomi. Beberapa strategi pembangunan ekonomi yang dapat disampaikan adalah :
1. Strategi Pertumbuhan
Strategi pembangunan ekonomi suatu negara akan terpusat pada upaya pembentukan modal, serta bagaimana menanamkannya secara seimbang, menyebar, terarah dan memusat, sehingga dapat menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya bahwa pertumbuhan ekonomi akan dinikmati oleh golongan lemah melalui proses merambat ke bawah (trickle – down – effect ) pendistribusian kembali. Jika terjadi ketimpangan atau ketidakmerataan hal tersebut merupakan syarat terciptanya pertumbuhan ekonomi. Kritik paling keras dari strategi yang pertama ini adalah bahwa pada kenyataan yang terjadi adalah ketimpangan yang semakin tajam.
2. Strategi Pembangunan dengan Pemerataan
Inti dari konsep strategi ini adalah dengan ditekankannya peningkatan pembangunan melalui teknik sosial engineering, seperti halnya melalui penyusunan perencanaan induk, dan paket program terpadu.
3. Strategi Ketergantungan

Tidak sempurnanya konsep strategi pertama dan kedua mendorong para ahli ekonomi mencari alternatif lain sehingga pada tahun 1965 muncul strategi pembangunan dengan nama strategi ketergantungan. Inti dari konsep strategi ketergantungan adalah :

Kemiskinan di negara – negara berkembang lebih disebabkan karena adanya ketergantungan negara tersebut dari pihak atau negara lainnya.
Teori ketergantungan ini kemudian dikritik oleh Kothari dengan mengatakan “Teori ketergantungan tersebut memang cukup relevan, namun sayangnya telah menjadi semacam dalih terhadap kenyataan dari kurangnya usaha untuk membangun masyarakat sendiri (Self Development).
4. Strategi yang Berwawasan Ruang

Strategi ini dikemukakan oleh Myrdall dan Hirschman, yang mengemukakan sebab – sebab kurang mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah yang lebih kaya atau lebih maju. Menurut mereka, kurang mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah maju dikarenakan kemampuan atau pengaruh pendistribusian dari kaya ke miskin (Spread Effects) lebih kecil daripada terjadinya aliran sumber daya dari daerah miskin ke daerah kaya (Back-wash-effects). Perbedaan pandangan kedua tokoh tersebut adalah, bahwa Myrdall tidak percaya bahwa keseimbangan daerah kaya dan miskin akan tercapai. Sedangkan Hirschman, mempercayai pandangan tersebut walaupun baru akan tercapai dalam jangka panjang.

5. Strategi Pendekatan Kebutuhan Pokok

Sasaran dari strategi ini adalah menanggulangi kemiskinan secara massal. Strategi ini selanjutnya dikembangkan oleh Organisasi Perburuhan Sedunia (ILO) pada tahun 1975, dengan menekankan bahwa kebutuhan pokok manusia tidak mungkin dapat dipenuhi jika pendapatan masih rendah akibat kemiskinan yang bersumber pada pengangguran. Oleh karena itu sebaiknya usaha-usaha diarahkan pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan kebutuhan pokok dan sejenisnya.

 B. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Strategi Pembangunan

Dalam melakukan pembangunan suatu negara atau bangsa diperlukan strategi yang bagus untuk mencapai hasil yang memuaskan. Tetapi di dalam strategi itu pasti ada faktor – faktor yang memperngaruhinya. Faktor – faktor  tersebut adalah :

Sumber Daya Alam ( SDA ), adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam pembangunan ekonomi, jika SDA mencukupi dan dimanfaatkan sebaik-baiknya, pembangunan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara akan .
Sumber Daya Manusia ( SDM ), merupakan salah satu faktor berikutnya yang sangat penting untuk pembangunan ekonomi, jika semakin baik SDM, maka akan semakin cepat jalannya suatu pembangunan.
Tenaga Ahli, disini tenaga ahli bisa di samakan dengan SDM, tetapi tenaga ahli adalah SDM yang dilatih dan di didik sehingga lebih mempunyai skill dan keterampilan.
Teknologi, merupakan faktor yang dapat mempengaruhi pembangunan, karena penggunaan teknologi yang semakin canggih akan mempercepat pertumbuhan dan pembangunan suatu bangsa atau negara.
C. STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA

1. Mengembangkan koridor pembangunan ekonomi Indonesia dengan cara membangun pusat-pusat perekonomian di setiap pulau. Selain mengembangkan klaster industri berbasis sumber-sumber superior. Baik komoditas maupun sektor. Koridor pembangunan ekonomi Indonesia terbagi dalam empat tahap :

Mengindentifikasikan pusat-pusat perekonomian, misalnya ibukota provinsi.
Menentukan kebutuhan pengubung antara pusat ekonomi tersebut, seperti trafik barang.
Validasi untuk memastikan sejalan dengan pembangunan nasional, yakni pengaturan area tempat tinggal dengan sistem infrastruktur serta fasilitas.
Menentukan hubungan lokasi sektor fokus, guna menunjang fasilitas. Misalnya menghubungkan area pertambangan dengan kawasan pemrosesnya.
2. Memperkuat hubungan nasional baik secara lokal maupun internasional. Hal ini bisa mengurangi biaya transaksi, menciptakan sinergi antara pusat-pusat pertumbuhan dan menyadari perlunya akses-akses ke sejumlah layanan. Seperti intra dan inter-konektivitas antara pusat pertumbuhan serta pintu perdagangan dan pariwisata internasional. Integrasi ekonomi merupakan hal terbaik untuk mencapai keuntungan langsung dari konsentrasi produksi. Serta dalam jangka panjang, meningkatkan standar kehidupan. Saat ini, aktivitas ekonomi Indonesia terpusat di kota-kota, khususnya Jawa dan Sumatra. Fasilitas transportasi yang bisa menyebabkan area industri tak menjangkau pelosok. Pada jangka pendek, proyek-proyek yang perlu dibangun di Jawa adalah TransJawa, TransJabodetabek, kereta jalur dua, Tanjung Priok. Pembangunan tersebut diharapkan bisa berdampak langsung mengurangi kemiskinan di Jawa yang melebihi 20 juta jiwa, dua kali populasi miskin Sumatra yang sekitar tujuh juta jiwa. Pembangunan infrastruktur di Jawa bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi.

3. Mempercepat kapabilitas teknologi dan ilmu pengetahuan nasional atau Iptek. Selain tiga strategi utama ini, juga ada beberapa strategi pendukung seperti kebijakan investasi, perdagangan dan finansial. Beberapa elemen utama di sektor Iptek adalah meningkatkan kualitas pendidikan termasuk pendidikan kejuruan tinggi serta pelatihannya. Meningkatkan level kompetensi teknologi dan sumber daya ahli. Peningkatan aktivitas riset dan pengembangan, baik pemerintah maupun swasta, dengan memberikan insentif serta menaikkan anggaran. Kemudian mengembangkan sistem inovasi nasional, termasuk pembiayaannya. Saat ini, masalah utama yang dihadapi adalah kemampuan riset dan pengembangan yang digunakan untuk mencari solusi teknologi. Kemampuan pengguna untuk menyerap teknologi yang ada. Serta transaksi antara riset dan pengembangan sebagai pemasok solusi teknologi dengan penggunanya tak terbangun dengan baik.
D. PERENCANAAN PEMBANGUNAN
1. Manfaat Perencanaan Pembangunan
Fungsi atau manfaat perencanaan yaitu, sebagai penuntun arah, minimalisasi ketidakpastian, minimalisasi inefisiensi sumber daya, dan penetapan standar dalam pengawasan kualitas. Adapun syarat perencanaan harus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan:
Tujuan akhir yang dikehendaki.
Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif).
Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut.
Masalah-masalah yang dihadapi.
Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya.
Kebijakan – kebijakan untuk melaksanakannya.
Individu, organisasi, atau badan pelaksananya.
Mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan pelaksanaannya.
2. Periode Perencanaan Pembangunan

Perjalanan dokumen perencanaan pembangunan nasional sebagai kompas pembangunan sebuah bangsa, perkembangannya secara garis besar dapat dilihat dalam beberapa periode yakni :

Dokumen Perencanaan Periode 1958-1967
Pada masa pemerintahan presiden Soekarno (Orde Lama) antara tahun 1959-1967, MPR Sementara (MPRS) menetapkan sedikitnya tiga ketetapan yang menjadi dasar perencanaan nasional yaitu TAP MPRS No.I/MPRS/1960 tentang Manifesto Politik republik Indonesia sebagai Garis-Garis Besar Haluan Negara, TAP MPRS No.II/MPRS/1960 tentang Garis-Garis Besar Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana 1961-1969, dan Ketetapan MPRS No.IV/MPRS/1963 tentang Pedoman-Pedoman Pelaksanaan Garis-Garis Besar Haluan Negara dan Haluan Pembangunan.

Dokumen Perencanaan Periode 1968-1998
Landasan bagi perencanaan pembangunan nasional periode 1968-1998 adalah ketetapan MPR dalam bentuk GBHN. GBHN menjadi landasan hukum perencanaan pembangunan bagi presiden untuk menjabarkannya dalam bentuk Rencana Pembangunan Lima Tahunan (Repelita), proses penyusunannya sangat sentralistik dan bersifat Top-Down, adapun lembaga pembuat perencanaan sangat didominasi oleh pemerintah pusat dan bersifat ekslusif. Pemerintah Daerah dan masyarakat sebagai subjek utama out-put perencanaan kurang dilibatkan secara aktif. Perencanaan dibuat secara seragam, daerah harus mengacu kepada perencanaan yang dibuat oleh pemerintah pusat walaupun banyak kebijakan tersebut tidak bisa dilaksanakan di daerah. Akibatnya mematikan inovasi dan kreatifitas daerah dalam memajukan dan mensejahterakan masyarakatnya. Distribusi anggaran negara ibarat piramida terbalik, sedangkan komposisi masyarakat sebagai penikmat anggaran adalah piramida seutuhnya.

Dokumen Perencanaan Periode 1998-2000
Pada periode ini yang melahirkan perubahan dramatis dan strategis dalam perjalanan bagsa Indonesia yang disebut dengan momentum reformasi, juga membawa konsekuensi besar dalam proses penyusunan perencanaan pembangunan nasional, sehingga di periode ini boleh dikatakan tidak ada dokumen perencanaan pembangunan nasional yang dapat dijadikan pegangan dalam pembangunan bangsa, bahkan sewaktu pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid terbersit wacana dan isu menyangkut pembubaran lembaga Perencanaan Pembangunan Nasional, karena diasumsikan lembaga tersebut tidak efisien dan efektif lagi dalam konteks reformasi.

Dokumen Perencanaan Periode 2000-2004
Pada sidang umum tahun 1999, MPR mengesahkan Ketetapan No.IV/MPR/1999 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara Tahun 1999-2004. Berbeda dengan GBHN-GBHN sebelumnya, pada GBHN tahun 1999-2004 ini MPR menugaskan Presiden dan DPR untuk bersama-sama menjabarkannya dalam bentuk Program Pembangunan Nasional (Propenas) dan Rencana Pembangunan Tahunan (Repeta) yang memuat APBN, sebagai realisasi ketetapan tersebut, Presiden dan DPR bersama-sama membentuk Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional 2000-2004. Propenas menjadi acuan bagi penyusunan rencana pembangunan tahunan (Repeta), yang ditetapkan tiap tahunnya sebagai bagian Undang-Undang tentang APBN. sedangkan Propeda menjadi acuan bagi penyusunan Rencana Pembangunan Tahunan Daerah (Repetada).

Sumber :

(DIGITAL // BOOKS) TAHUN AJARAN ATA// TINGKAT 1 UNIVERSITAS GUNADARMA

http://haris14.wordpress.com/2011/05/15/macam-–-macam-strategi-pembangunan-indonesia/

http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1344352/tiga-strategi-pembangunan-ekonomi           http://www.karokab.go.id/i/index.php?option=com_content&view=article&id=136&Itemid=112&lang=en

http://perencanaan.ipdn.ac.id/kajian-perencanaan/kajian-perencanaan/sistemperencanaanpembangunannasionalsppn

http://empimuslion.wordpress.com/2008/04/01/paradigma-perencanaan-pembangunan-nasional.

Bab 1 dan 2 SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA



SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA
1.    Arti Sistem
Sistem Perekonomian adalah suatu sistem yang diterapkan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya, baik kepada individu maupun organisasi-organisasi di negara tersebut.

2.    Perkembangan Sistem Perekonomian
Sistem Perekonomian Pasar (Liberalis/Kapitalis)
      Dasar penerapannya sistem ini adalah karena adanya kegiatan “invisible hand” / tangan-tangan yang tidak kelihatan, yang dicetuskan oleh bapak ahli ekonomi Adam Smith.
Sistem Perekonomian Perencanaan (Etatisme/Sosialis)
      Pencetus ide gagasan tentang sistem ekonomi etatisme adalah Karl Max, yang diilhami dengan penderitaan kaum buruh yang terjadi pada saat itu, sebagai ulah dari para kaum kapitalis.
Sistem Ekonomi Campuran
      Definisi dari sistem perekonomian pasar campuran ini adalah merupakan sebuah kombinasi dari “logis” dari ketidak sempurnaan kedua sistem ekonomi yang telah ada di atas (Liberalis dan Etatisme).
Perbedaan Berbagai Macam Sistem Ekonomi Yang Ada
      Sistem Ekonomi Kapitalis, perekonomian dibiarkan berjalan atas inisiatif dari masing-masing individu dengan kebebasan yang sebesar-besarnya.
      Sistem Ekonomi Sosialis, perekonomian dipaksakan sebagai usaha bersama berdasarkan atas ketentuan-ketentuan yang berlaku (menurut rencana pemerintah).
      Sistem Ekonomi Campuran, perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas-asas kekeluargaan.

3.    Sistem Perekonomian Indonesia
Sistem Ekonomi Sebelum Orde Baru
Sistem perekonomian yang dianut oleh masing-masing bangsa sudah pasti berbeda-beda. Seperti halnya Bangsa Indonesia, pada awalnya sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia adalah sistem ekonomi liberal, dimana seluruh kegiatan ekonomi d serahkan kepada masyarakat.
Sistem Demokrasi Ekonomi
Sistem perekonomian yang ada di Indonesia harus berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945. Sistem perekonomian nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 disusun untuk mewujudkan demokrasi ekonomi dan dijadikan dasar pelaksanaan ekonomi.
Sistem Ekonomi Komando
Sistem ekonomi komando merupakan salah satu sistem perekonomian yang sangat di tentang oleh bangsa Indonesia. Karena sistem ekonomi komando merupakan sistem ekonomi yang menghendaki pengaturan perekonomian dilakukan oleh pemerintah secara terpusat.
Sistem ekonomi Indonesia Setelah Orde Baru
Pada masa orde baru, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia diubah kembali menjadi sistem demokrasi ekonomi. Sistem ini bertahan hingga masa reformasi. Setelah masa reformasi, pemerintah melaksanakan sistem ekonomi yang berlandaskan ekonomi kerakyatan. Sistem ini lah yang masih berlaku di bangsa Indonesia.

4.    Para Pelaku Ekonomi
Tiga Pelaku Ekonomi
Dalam perekonomian Indonesia di kenal tiga pelaku ekonomi pokok, yakni :
Koperasi, Sek. Pemerintah, sek. Swasta. Ketiga pelaku ekonomi tersebut akan menjalankan kegiatan-kegiatan ekonomi dalam sistem ekonomi kerakyatan. Sebuah sistem ekonomi akan berjalan dengan baik jika pelaku-pelakunya dapat saling bekerja sama dengan baik pula dalam mencapai tujuannya.
Peranan BUMN Dalam Sistem Perekonomian Indonesia
Prioritas fungsi dari Pemerintah BUMN “kestabilan yang mendukung kegiatan ekonomi, pemerataan hasil ekonomi, pertumbuhan kegiatan ekonomi”.

Landasan Konstitusional, Latar Belakang Pendirian BUMN & Maksud Tujuan Perjan, Perum serta Persero
Pendirian BUMN di Indonesia bermacam-macam, tergantung dari periode dan kebijaksanaan pemerintah. Beberapa BUMN merupakan kelanjutan dari perusahaan-perusahaan yang didirikan pada zaman sebelum kemerdekaan.
Latar Belakang Pendirian BUMN :
1.      Menjadi perintis kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan oleh sek. Swasta dan koperasi.
2.      Menyediakaan kemanfaatan umum ( penyediaan barang dan jasa yang berkualitas serta fasilitas yang memadai).
3.      Turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan.
Maksud dan tujuan (Perjan, Perum serta Persero)
1.      Menyelenggarakan kegiatan usaha yang bertujuan untuk kemanfataan masyarakat.
2.      Melestarikan dan meningkatkan sumber daya.
3.      Untuk mendukung pembiayaan dalam menyelengarakaan kegiatan pelayanan.
Peranan Koperasi Dalam Perekonomian Indonesia
Prioritas fungsi dari koperasi adalah “Pemerataan hasil ekonomi, pertumbuhan kegiatan ekonomi, kestabilan yang mendukung kegiatan ekonomi"

Sumber :

Senin, 18 Maret 2013

Tujuan Hidup



Nama : Rati Karimah
Tugas : Manajemen Strategik
  • Tujuan Hidup
Sangat penting untuk menentukan tujuan hidup, setiap manusia memiliki tujuan hidupnya masing-masing, apanya yang dinginkan apa yang dicapai semua menjadi harapan dalamhati, pikiran dan dalam doa.
Berbicara soal tujuan hidup saya pun memiliki tujuan hidup yang ingin dicapai, banyak sekali harapan yang ingin saya capai, tujuan hidup harus direalisasikan dan semua itu butuh cara untuk membuatnya butuh strategi, manajemen waktu.
Postingan kali ini berbicara tentang tujuan hidup yang membutuhkan manajemen strategic agar kita bisa mencapainya, dan memang ini sebagian dari tugas kuliah saya yaitu Manajemen Strategik yang bisa kita terapkan untuk membantu agar tujuan hidup kita bisa tercapai.

Tujuan dalam hidup saya bisa lulus S1 dengan nilai terbaik dan memiliki usaha sendiri dalam bidang usaha baju muslim dan muslimah, dan menikah dengan seorang pengusaha memiliki keluarga yang sakinah mawadah warohmah.
Saya sekarang Bekerja sebagai staff pengadaan di Kementrian Pekerjaan Umum  bagi saya kehidupan saya sekarang ini memang belum sesuai seperti apa yang menjadi tujuan hidup saya yaitu mempunyai usaha sendiri namun pekerjaan saya ini bisa menjadi langkah yang baik, pada tahap awal saya ingin membangun  networking terlebih dahulu, mempunyai pengalaman,  dan bekerja disini bisa menambah pengalaman saya dalam mencapai tujuan hidup saya. Selain itu saya sedang melanjutkan sekolah saya S1  dan memilih bidang akuntansi sebagai latarbelakang pendidikan saya agar  saya memiliki ilmu dalam pengelolaan keuangan untuk nanti nya saya terap kan dalam usaha saya tersebut.


  • Visi dan Misi Kementerian Pekerjaan Umum
Visi :
Tersedianya Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Permukiman yang Andal untuk Mendukung Indonesia Sejahtera 2025.
Misi :
  1. Mewujudkan penataan ruang sebagai acuan matra spasial dari pembangunan nasional dan daerah serta keterpaduan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman berbasis penataan ruang dalam rangka pembangunan berkelanjutan.
  2. Menyelenggarakan pengelolaan SDA secara efektif dan optimal untuk meningkatkan kelestarian fungsi dan keberlanjutan pemanfaatan SDA serta mengurangi resiko daya rusak air.
  3. Meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas wilayah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan penyediaan jaringan jalan yang andal, terpadu dan berkelanjutan.
  4. Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman yang layak huni dan produktif melalui pembinaan dan fasilitasi pengembangan infrastruktur permukiman yang terpadu, andal dan berkelanjutan.
  5. Menyelenggarakan industri konstruksi yang kompetitif dengan menjamin adanya keterpaduan pengelolaan sektor konstruksi, proses penyelenggaraan konstruksi yang baik dan menjadikan pelaku sektor konstruksi tumbuh dan berkembang.
  6. Menyelenggarakan Penelitian dan Pengembangan serta Penerapan: IPTEK, norma, standar, pedoman, manual dan/atau kriteria pendukung infrastruktur PU dan permukiman.
  7. Menyelenggarakan dukungan manajemen fungsional dan sumber daya yang akuntabel dan kompeten, terintegrasi serta inovatif dengan menerapkan prinsip-prinsip good governance.
  8. Meminimalkan penyimpangan dan praktik-praktik KKN di lingkungan Kementerian PU dengan meningkatkan kualitas pemeriksaan dan pengawasan profesional.

Minggu, 24 Juni 2012

Pesan Dan Kesan

Assalamualaikum...

teruntuk ibu RATIH JUWITA terima kasih telah mengajarkan kami selama 1 semester...

pesan saya tidak banyak bu karna ibu adalah seorang dosen yang baik, ceria, yang semangat saat mengajar kami, jujur saya tidak ngantuk setiap kali pelajaran ibu...

 ibu sudah melakukan yang terbaik bu...

tanpa mengurangi rasa hormat saya ucapkan mohon maaf dan terima kasih ibu .....

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

Penjualan Tahun 2000 = 41.366
Penjualan Tahun 2001 = 40.990
Penjualan Tahun 2002 = 40.843
1. a. Penjualan Tahun 2000 – 2001
Jadi, penjualan tahun 2000 – 2001 =  40.990 / (41.366 + 40.990) = 0,49 atau 49 %
b. Penjualan Tahun 2001 – 2002
Jadi, penjualan tahun 2001 – 2002 = 40.843 / (40.990 + 40.843) = 0,49 atau 49%
2. Analisis Horizontal untuk neraca
Harta
2001
2002
Jumlah
%
Harta Lancar
1000
2000
3000
100%
Harta Tetap
1500
2500
4000
66,67%
Harta Tidak berwujud
2000
1500
3500
25%
Total Harta
4500
5500
10000
22,22%
Hutang




Hutang Jangka Pendek
300
200
500
33,33%
Hutang Jangka Panjang
250
300
550
20%
Total Hutang
550
500
1050
9%
Modal
3950
5000
8950
26,5%

Senin, 18 Juni 2012

soal analisis laporan keuangan dengan jawaban


1.      Rasio yang menunjukkan adanya perlindungan bagi kreditur terhadap kemungkinan likuidasi disebut…
a. Debt ratio
b. Quick ratio
c. Current ratio
d. Solvability ratio

2.      Catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan disebut ….
a. Laporan keuangan
b. Laporan audit
c. Laporan manajemen
d. Laporan pertanggungjawaban

3.      Dibawah ini adalah unsur-unsur neraca kecuali…
a. Asset
b. Liabilities
c. Revenues
d. Equity

4.      Dibawah ini adalah pemakai laporan keuangan kecuali…
a. Salesman
b. Investor
c. Pemerintah
d. Kreditur

5.      Laporan keuangan yang menunjukkan keluar masuknya kas perusahaan disebut…
a. Laporan arus kas
b. Laporan laba rugi
c. Laporan perubahan modal
d. Laporan neraca

6.      Leverage ratio adalah…
a. Ratio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai dengan aktiva
b. Ratio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai dengan modal
c. Ratio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai dengan laba
d. Ratio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai dengan hutang

7.      sebutkan bentuk-bentuk laporan keuangan, kecuali?
a. neraca
b. laporan laba rugi
c. laporan biaya
d.laporan arus kas

8.      laporan yang menunjukan sebuah ekuitas dari awal periode sampai akhir periode disebut laporan?
a.      Laporan ekuitas
b.      Laporan laba rugi
c.       Laporan keuangan
d.      Laporan arus kas

9.      Dibawah ini adalah tujuan menganalisa laporan keuangan kecuali…
a. Mengetahui kondisi keuangan perusahaan
b. Sebagai alat penguji dari bagian pembukuan
c. Menilai posisi keuangan perusahaan
d. Menguji loyalitas karyawan pada perusahaan

10.  Sebuah entitas yang menujukan suatu pendapatan dan beban disebut dengan laporan
a.       Laporan ekuitas
b.      Laporan laba rugi
c.       Laporan keuangan
d.      Laporan arus kas

11.  Ketika menganalisis suatu neraca perusahaan concern kepada hal-hal berikut, kecuali?
a.       Accounting liquidity
b.      Debt versus equity
c.       Value versus cost
d.      cost

12.  alat ukur kemampuan perusahaan ketika mengalami financial distress adalah
a.      liquidity ratio
b.      asset management ratio
c.       debt management ratio
d.      profitability ratio

13.  alat ukur efektivitas dalam menggunaka asset adalah?
a.       liquidity ratio
b.      asset management ratio
c.       debt management ratio
d.      profitability ratio

14.  alat ukurkemampuan perusahaan dalam mencetak laba adalah?
a.       liquidity ratio
b.      asset management ratio
c.       debt management ratio
d.      profitability ratio

15.  alat ukur kinerja perusahaan dipasar yang mencerminkan harga pasar saham adalah?
a.      Market value ratio
b.      asset management ratio
c.       debt management ratio
d.      profitability ratio